Main Article Content

Sister Sianturi

Abstract

ABSTRAK


 


Penelitian ini dilakukan sebagai lanjutan dari penelitian sebelumnya yaitu uji pemberian air rebusan mie instan pada mencit betina bunting dan diperoleh hasil bahwa terdapat kelainan fetus tetapi pada analisis statistic kelainan tersebut tidak signifikan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran histologi organ hepar mencit betina bunting setelah pemberian air rebusan mie instan. Tahapan penelitian ini adalah sebagai berikut: persiapan hewan uji mencit betina bunting yang sudah diberi perlakuan air rebusan mie instan dari 3 merek yang berbeda yaitu P1, P2, dan P3.Masing-masing perlakuan tersebut terdiri atas pemberian air rebusan dengan konsentrasi yang berbeda yaitu 30%, 50%, dan 70% selama 14 hari, kemudian mencit dikorbankan lalu diambil organ hepar,  pembuatan preparat histology, lalu diamati struktur histologinya. Metode pembuatan preparat histologi mengikuti prosedur pewarnaan HE (Haematoxyllin-Eosine). Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan struktur sel hepatosit hepar pada perlakuan yaitu degenerasi midzonal dan nekrosis. Hal ini menunjukkan adanya pengaruh pemberian perlakuan air rebusan mi instan terhadap susunan sel hepar. Penelitian menggunakan jumlah sampel organ yang terbatas sehingga perlu dilakukan penelitian dengan sampel yang lebih banyak dan diperlukan adanya analisis statistik untuk mengetahui tingkat derajat kerusakan sel.


 


ABSTRACT


This study was conducted based on previous research, to test of giving instant noodle boiled water to pregnant female mice and the results showed that there were fetal abnormalities but the statistical analysis of these abnormalities was not significant. This study was conducted to determine the histology of the liver of pregnant female mice after giving instant noodle boiled water. The stages of this research are as follows: preparation of pregnant female mice that have been treated with instant noodle boiled water from 3 different brands, namely P1, P2, and P3. Each treatment consisted of giving boiled water with different concentrations of 30 %, 50%, and 70% for 14 days, then the mice were sacrificed and then the liver was taken, histology preparations were made, then the histological structure was observed. The method of making histology preparations followed the HE (Haematoxyllin-Eosine) staining procedure. The results showed that there were changes in the structure of the liver hepatocyte cells in the treatment, namely midzonal degeneration and necrosis. This shows that there is an effect of giving instant noodle boiled water treatment on the composition of liver cells. The study used a limited number of organ samples, so it is necessary to do research with more samples and statistical analysis is needed to determine the degree of cell damage

Article Details

References
1. Villa. 2014. Perilaku Konsumsi Mie Instan Pada Balita. pp.386–401.

2. Ratnasari, D.K. & Wirawani, Y., 2012. Gambaran Kebiasaan Konsumsi Mie Instan pada Anak Usia 7-12 Tahun. Jurnal of Nutrition College, 1, pp.537–549.

3. Adjene, J.O., Kingsley AI, Isioma C. 2017. Effects of Long Term Consumption of Indomie Noodles. World Journal of Pharmaceutical Sciences. 6(12), pp.152–158.

4. Riskesdas. 2013. Depkes RI. Jakarta.

5. Sururi, M.S., 2015. Mabda Safarotus Sururi , 2014 Pengaruh Iklan Produk Mie Sedaap di Televisi Terhadap Keputusan Pembelian Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu. , pp.1–21.

6. Tri Arianto, N., 2011. Pola Makan Mie Instan: Studi Antropologi Gizi Pada Mahasiswa Antropologi Fisip Unair. Jurnal Antropologi Gizi, pp.1–14. Available at: http://web.unair.ac.id/admin/file/f_34835_31mie.pdf.

7. Fitri Wulandari, Viorentina Bayus, Y.W., 2015. Gambaran Tingkat Pengetahuan Mahasiswa Tentang Bahaya Mengkonsumsi Mie Instan Di Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta, 2014. Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya, 1, pp.21–24.

8. Merry Wahyuningsih, 2013. Bahaya Kesehatan yang Mengintai di Balik Nikmatnya Mi Instan. Jurnal Pangan dan Agroindustri, p.1.

9. Riska, R. & Jus, I. 2013. Hubungan Antara Konsumsi Mie Instan, Asupan (Energi, Protein, Vitamin A dan Fe) dan Status Gizi Laki-Laki Usia 19-29 Tahun di Pulau Sumatera (Analisis Data Sekunder Riskesdas 2010). Nutrire Diaita.Vol.5 No.1

10. Sianturi, Sister., AF, Muti., MB, Perdana. 2020. Uji Teratogenik Air Rebusan Mie Instan Selama Masa Kehamilan Mencit Betina (Mus musculus) Melalui Pengamatan Kelainan Morfologi Fetus. Jurnal Sains dan Kesehatan 2(3), Hal.182-192.

11. Wilson JG and Fraser FG. 1978. Handbook of Teratology. Plenum Press, New York. 78-98.

12. Suriawinata, AA and Thung, SN 2007,’ Liver’, dalam SEMillis (eds.), Histology forpathologist, 3rdEd, Lippincott Williams and Wilkins, Philadelphia, Pp. 688-689.

13. Junquiera, LC and Carneiro, J 2012. Histologi dasar, Edisi 10. trans. A Dharma, EGC, Jakarta.

14. Amin, KA., Hameid, A., Elsttar, A.,2010. Effect of food azo dyes tartrazine and carmoisine on biochemical parameters related to renal, hepatic function and oxidative stress biomarkers in young male rats [serial online] [cited 2017 March 17]. Available from: URL: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20678534.

15. Rizki, M., 2018. Pengaruh pemberian pewarna sintetis makanan tartrazine peroral terhadap 1gambaran nekrosishepatosit tikus putih (Rattus norvegicus) jantan galur wistar. Skripsi. Fakultas Kedokteran Malikussaleh, Lhokseumawe.

16. Guyton, A.C., Hall, J.E., 2007.Buku ajar fisiologi kedokteran, edisi 11, diterjemahkan oleh: Irawati, Ramadhani, Indriyanti, Dany, Nuryanto, Rianti, Resmisari, Suyono. EGC, Jakarta.

17. Eweka, AO., Om’iniabohs, F. 2008. Histological studies of the effect of monosodium glutamate on the liver of adult wistar rats. Journal of Gastroenterology; 6(2): 1-9.

18. Anindita, R. 2012. Potensi teh hijau (Camelia sinensis L) dalam perbaikan fungsi hepar pada mencit yang diinduksi monosodium glutamat (MSG). Buletin Anatomi dan Fisiologi; XX(2): 15-23.