ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN JIWA PADA BAPAK S DENGAN INOVASI EXPRESSIVE WRITING THERAPY TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI

Main Article Content

Risma Apriliani

Abstract

Gangguan persepsi sensori berupa halusinasi merupakan masalah keperawatan jiwa yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan jiwa berat dan dapat memengaruhi perilaku serta fungsi sosial pasien. Studi ini bertujuan untuk menganalisis praktik klinik keperawatan jiwa pada Bapak S dengan penerapan inovasi Expressive Writing Therapy terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi di Ruang Elang RSJD Atma Husada Samarinda. Metodologi yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan jiwa yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi Expressive Writing Therapy diberikan secara terstruktur sebagai terapi nonfarmakologis. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan tanda dan gejala halusinasi serta peningkatan kemampuan klien dalam mengenali, mengontrol, dan mengelola respons terhadap halusinasi. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar Expressive Writing Therapy dapat dijadikan sebagai terapi pendukung dalam asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan gangguan persepsi sensori halusinasi serta dikembangkan dalam praktik keperawatan di rumah sakit jiwa.

Article Details

How to Cite
Apriliani, R. (2026). ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN JIWA PADA BAPAK S DENGAN INOVASI EXPRESSIVE WRITING THERAPY TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI. Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD), 8(1), 58 - 66. https://doi.org/10.52841/jkd.v8i1.790
Section
Articles

References

April, N., Dirumah, P., Jiwa, S., & Ildren, P. M. (2024). SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah. 3(4), 1911–1927.
Arni Nur Rahmawati, & Luthfiana Dewi. (2023). Asuhan Keperawatan pada Pasien Halusinasi Pendengaran dengan Penerapan Terapi Generalis. Community Health Nursing Journal, 1(1), 31–36. https://doi.org/10.47134/cmhn.v1i1.7
Kemenkes. (2023). Survei Kesehatan Indonesia 2023 (SKI). Kemenkes, 235.
Kemenkes RI. (2018). Laporan Provinsi Kalimantan Timur Riskesdas 2018. Kementerian Kesehatan RI, 472. https://ejournal2.litbang.kemkes.go.id/index.php/lpb/article/view/3760
Kirana, W., Anggreini, Y. D., & Litaqia, W. (2022). Faktor Risiko Yang Memengaruhi Gangguan Jiwa. Khatulistiwa Nursing Journal, 4(2). https://doi.org/10.53399/knj.v4i0.177
Novena, P. et al. (2024). Aplikasi Expressive Writing Therapy ( EWT ) pada Ny . SHL dengan Gangguan Persepsi Sensori ( Pendengaran ) di Ruang Kabela UPTD RSJ Prof . dr . V . L . Ratumbuysang Judul Naskah dalam Bahasa Indonesia The Application of Expressive Writing Therapy ( EWT ). Mapalus Nursing Science Journal: Jurnal Ilmiah Keperawatan Mapalus, 02(02), 20–27.
Nugroho, H. A., Nur, F., Santie, R., Soesanto, E., Aisah, S., Hidayati, E., Keperawatan, D., Keperawatan, I., Kesehatan, D., & Semarang, U. M. (2021). Perawatan Halusinasi, Dukungan Kemampuan Dan Keluarga Pasien Mengontrol Halusinasi:Literature Riview. 272–284.
Nurjannah, S., Wahyuni, S., & Rosdiar, R. (2024). Expressive Writing Therapy Pada Pasien Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi. Surya Medika: Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan Dan Ilmu Kesehatan Masyarakat, 19(3), 176–181. https://doi.org/10.32504/sm.v19i3.1003
Pennebaker, J. W., & Chung, C. K. (2007). Expressive writing, emotional upheavals, and health. Expressive Writing, Emotional Upheavals, and Health. In H. S. Friedman & R. C. Silver (Eds.), Foundations of Health Psychology (Pp. 263–284). Oxford University Press.
Pennebaker, J. W. (1997). Writing about emotional experiences as a therapeutic process. Writing about Emotional Experiences as a Therapeutic Process. Psychological Science, 8(3), 162–166.
Rusdi, & Kholifah, S. (2021). Expressive Writing Therapy and Disclosure Emotional Skills on the Improvement of Mental Disorder Patients Control Hallucinations. Advances in Health Sciences Research, 39(SeSICNiMPH), 71–76.
Silviana, Marthoenis, & Martina. (2024). Asuhan Keperawatan Pada Tn. M Dengan Halusinasi Pendengaran Melalui Terapi Menulis Ekspresif. Arrazi: Scientific Journal of Health, 2, 99–111. https://journal.csspublishing/index.php/arrazi
Sitti Sulaihah. (2023). Jurnal Penelitian Perawat Profesional Pencegahan. British Medical Journal, 2(5474), 1333–1336.
Tukatman, H., Pranata, D. A., Katuuk, H. M., & Yati, M. (2023). Jiwa, Buku Keperawatan Keperawatan, Ilmu Dasar, Konsep Jiwa, Keperawatan Isu, Tren Keperawatan, Dalam Bab, Jiwa Stres, Konsep Dasar Bab, Adaptasi Model, Konsep Keperawatan, Dalam Bab, Jiwa Penggolongan, Pedoman Jiwa, Diagnosis Gangguan Kelompok, Pada Bab,.
Undang-undang No 18. (2014). Undang-undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 Tentang Kesehatan Jiwa (Law of the Republic of Indonesia No 18 Year 2014 on Mental Health). 185. http://ditjenpp.kemenkumham.go.id/arsip/ln/2014/uu18-2014bt.pdf
Wahyuningsih, D., & Subagyo, W. (2025). Group Psychoterapy Dengan Media Video Tutorial Untuk Meningkatkan Kemandirian Orang Dengan Gangguan Jiwa (Odgj) Di Masyarakat. Journal Ners, 9(1), 1191–1196. http://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/ners
World Health Organization. (2022). World mental health report: transforming mental health for all. World Health Organization. https://iris.who.int/handle/10665/356119. License: CC BY-NC-SA 3.0 IGO. In The BMJ. https://doi.org/10.1136/bmj.o1593