Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD)
http://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jkd
<p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD)</strong> published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, which is <strong><span style="text-decoration: underline;"><em>published twice a year in March and October</em></span></strong> that contains scientific articles related to nursing research that covers particular issues on education and practice.</p> <p style="text-align: justify;"><strong><a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1551662513" target="_blank" rel="noopener">ISSN 2685-3086 (online media)</a></strong></p> <p style="text-align: justify;"><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=hKCdSXcAAAAJ&hl=en" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/admin/gs1.png"> </a><a href="https://search.crossref.org/?q=2685-3086&from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/admin/crossreff_member2.png"> </a><a href="https://garuda.ristekbrin.go.id/journal/view/17113" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/admin/garuda12.png"></a> <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/detail?id=8492" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/admin/sinta_kotak.png"></a></p>Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, STIKES Dirgahayu Samarindaen-USJurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD)2685-3086PENERAPAN TERAPI PIJAT KAKI TERHADAP PENURUNAN CURAH JANTUNG PADA PASIEN HIPERTENSI DI RS. RUMAH SEHAT TERPADU DOMPET DHUAFA BOGOR
http://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jkd/article/view/632
<p><strong>ABSTRAK </strong></p> <p>Hipertensi adalah kondisi di mana tekanan darah meningkat di atas batas normal, baik pada tekanan sistolik maupun diastolik, Seseorang dikatakan mengalami hipertensi jika Tekanan sistolik > 140 mmHg Tekanan diastolik > 90 mmHg. Terapi pijat kaki dapat menurunkan aktivitas jantung dalam memompa darah. Pijat kaki juga mengurangi kontraksi pada dinding pembuluh nadi kecil. hal ini mengakibatkan, aliran darah menjadi lebih lancar dan tekanan darah menurun. Oleh karena itu, pijat kaki dapat menjadi alternatif pengelolaan hipertensi yang sederhana dan aman. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi penerapan, sebelum dan sesudah di lakukan terapi pijat kaki terhadap penurunan curah jantung pada pasien hipertensi. Metode pengumpulan data menggunakan studi kasus dengan sebelum dan sesudah penerapan terapi pijat kaki, penelitian ini melibatkan 15 reponden dengan hipertensi derajat 1 sampai dengan 3 diruang rawat inap penyakit dalam di RS Rumah Sehat terpadu Dompet Dhuafa Bogor. Terapi ini dilakukan selama 3 hari dengan durasi waktu 30 menit, frekuensi 1 kali 1 hari, didapatkan hasil penelitian <em>Pre</em> intervensi nilai rata-rata yaitu 147/86 mmHg dengan klasifikasi (hipertensi derajat I). kemudian, hasil <em>post</em> intervesi di dapatkan nilai rata-rata yaitu 138/83 mmHg dengan klasifikasi (normal tinggi). Terapi pijat kaki dapat menjadikan alternatif pendamping untuk menurunkan tekanan darah.</p>Nia Aulia RahmahDesi Afriyanti
Copyright (c) 2025 Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD)
2025-10-152025-10-15721610.52841/jkd.v7i2.632PENERAPAN TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP INTENSITAS NYERI PADA PASIEN DENGAN POST OPERASI APPENDECTOMY DI RUMAH SAKIT PMI BOGOR
http://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jkd/article/view/665
<p><em>Appendectomy</em> adalah prosedur bedah yang dilakukan untuk mengobati <em>appendisitis</em>, yang melibatkan pengangkatan <em>appendix</em> yang meradang. Untuk mengurangi risiko komplikasi seperti <em>perforasi</em>, <em>peritonitis</em>, atau <em>abses</em>, prosedur ini sebaiknya dilakukan sesegera mungkin. Kerusakan jaringan dapat menyebabkan pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan yang dikenal sebagai nyeri. Pengelolaan nyeri dapat dilakukan dengan tindakan farmakologis dan non-farmakologis. Tindakan farmakologis melibatkan pemberian analgesik untuk meredakan nyeri. Sementara salah satu tindakan non-farmakologis meliputi intervensi pengelolaan nyeri seperti terapi relaksasi genggaman jari. Tujuan studi ini adalah untuk menentukan penerapan terapi relaksasi genggaman jari terhadap intensitas nyeri pada pasien pasca operasi <em>appendectomy</em>. Metode yang digunakan dalam studi ini bersifat deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini menggunakan 15 responden yang mengalami nyeri ringan (1-3) dan nyeri sedang (4-6). Hasil penelitian sebelum diberikan terapi relaksasi genggaman jari, rata-rata nyeri berada pada skala nyeri 4 (nyeri sedang). Hasil penelitian setelah diberikan terapi relaksasi genggaman jari selama 3 hari menunjukkan penurunan nilai rata-rata skala nyeri, yaitu rata-rata skala nyeri 3 (nyeri ringan). Dapat disimpulkan bahwa penerapan terapi relaksasi genggaman jari dapat mengurangi intensitas nyeri pasca operasi <em>appendectomy</em> dengan penurunan intensitas nyeri dari skala 3 (nyeri ringan).</p>Muhammad FajarDesi Afriyanti
Copyright (c) 2025 Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-10-272025-10-277271810.52841/jkd.v7i2.665PENGARUH HYDROTERAPI RENDAM KAKI AIR HANGAT TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI
http://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jkd/article/view/648
<p>Hipertensi adalah kondisi peningkatan tekanan darah secara kronis yang menjadi faktor risiko utama komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, dan gagal ginjal. Pada lansia, hipertensi sering terjadi akibat proses penuaan yang mengurangi elastisitas pembuluh darah dan fungsi organ tubuh lainnya. Salah satu terapi nonfarmakologis yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah hidroterapi rendam kaki air hangat. Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas hidroterapi rendam kaki air hangat dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus yang melibatkan enam lansia hipertensi berusia 65–73 tahun di Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru. Intervensi dilakukan dengan merendam kaki peserta dalam air bersuhu 37–40°C selama 15–20 menit setiap hari selama tiga hari berturut-turut, dengan pengukuran tekanan darah sebelum dan sesudah intervensi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan rata-rata tekanan darah sistolik sebesar 10 mmHg dan diastolik sebesar 7 mmHg. Selain menurunkan tekanan darah, peserta melaporkan perasaan rileks, kaki terasa lebih ringan, dan keinginan untuk melanjutkan terapi secara mandiri. Hasil ini menunjukkan bahwa hidroterapi rendam kaki air hangat merupakan intervensi yang aman, mudah diterapkan, dan efektif dalam menurunkan tekanan darah pada lansia hipertensi, serta direkomendasikan untuk dilakukan secara rutin di rumah sebagai bagian dari pengelolaan hipertensi pada lansia.</p>Wan April Suffer Happy Hia Wan April
Copyright (c) 2025 Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-10-222025-10-2272192310.52841/jkd.v7i2.648PENERAPAN SENAM KAKI DIABETES MELLITUS TERHADAP KETIDAKSTABILAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RSUD CIBINONG BOGOR TAHUN 2025
http://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jkd/article/view/635
<p>Diabetes Mellitus adalah suatu penyakit yang biasa di sebut silent killer, karena penyakit ini tidak menimbulkan gejala awal yang jelas tetapi jika tidak didiagnosis cepat dapat menimbulkan kematian. Pengobatan yang dapat dilakukan pada penderita diabetes selain farmakologis juga bisa dilakukan dengan cara Nonfarmakologi, yaitu dengan melakukan senam kaki, Senam kaki diabetes mellitus adalah aktivitas senam yang melibatkan gerakan ritmis pada kaki yang dapat dilakukan dengan mudah dan bertujuan untuk mengontrol kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi Senam Kaki Diabetes terhadap penderita diabetes mellitus tipe II. Metode Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus dengan melibatkan 15 Responden yang sedang di rawat di RSUD Cibinong Kota Bogor. Penerapan dilakukan selama 3 hari Hasil penelitian ini menunjukan terdapat penurunan setelah penerapan senam kaki diabetes mellitus tipe II yaitu Hasil kadar gula darah sewaktu pada masing-masing pasien terjadi penurunan dengan rata-rata hasil <em>Pre </em>sebesar 291.8 mg/dL dan <em>Post </em>sebesar 245.8 mg/dL. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa Senam Kaki Diabetes Mellitus Tipe II ini dapat diterapkan sebagai terapi Non-Farmakologis pelengkap yang membuat insulin bekerja lebih efektif terhadap penyerapan glukosa ke dalam darah menjadi efisien dan dapat menurunkan kadar glukosa darah pada penderita Diabetes Mellitus Tipe II.</p> <p> </p> <p> </p> <p> </p>Diva ArindaDesi Afriyanti
Copyright (c) 2025 Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD)
https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0
2025-10-242025-10-2472242810.52841/jkd.v7i2.635