Main Article Content

Arief Budiman
Redi Oktavian Nur
Riski Novilia
Savitri Iska Sari

Abstract

Bullying adalah suatu tindakan kekerasan yang sengaja dilakukan secara fisik atau verbal oleh individu atau kelompok secara berulang-ulang. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor keluarga, kepercayaan diri dan teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja di SMP Negeri 5 Samarinda. Penelitian menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional.  Sampel penelitian sebanyak 181 responden dengan teknik purposive sampling. Data didapat menggunakan kuesioner. Uji bivariat dengan korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara variabel keluarga, kepercayaan diri dan teman sebaya dengan perilaku bullying pada remaja di SMP Negeri 5 Samarinda. Diharapkan dari hasil penelitian dapat memberikan referensi dan dapat menambah bahan literasi atau bagi peneliti lain, pihak institusi, dan remaja mengenai faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku bullying.

Article Details

How to Cite
Budiman, A., Nur, R. O., Novilia, R., & Iska Sari, S. (2022). FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU BULLYING PADA REMAJA DI SMP NEGERI 5 SAMARINDA . Caritas Et Fraternitas: Jurnal Kesehatan, 1(1), 25-34. https://doi.org/10.52841/jkcef.v1i1.254
References
Bara, M. (2014). Studi Deskriptif Perilaku Bullying Pada Remaja. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya Vol.3 No. 1, 9-13.

Chairunnissa, A. S. (2010). Hubungan Antara Penerimaan Kelompok Teman Sebaya dengan Prestasi Akademik Mahasiswa pada Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Jakarta. Jurnal Ekonomi & Pendidikan, 8(2). 105-118.

Damantari, D. (2011). Perilaku Bullying pada Remaja di Sekolah, ditinjau dari jenis kelamin (Skripsi), Universitas Muhammadiyah Surakarta, Surakarta.

Dewi, Cintia Kusuma. (2015). Pengaruh Konformitas Teman Sebaya Terhadap Perilaku Bullying Pada Siswa SMA Negeri 1 Depok Yogyakarta. Jurnal Bimbingan dan Konseling Edisi 10.

Febriyani, Y. A., & Indrawati, E. S. (2017). Konformitas Teman Sebaya Dan Perilaku Bullying Pada Siswa Kelas XI IPS. Empati, 5(1),138-143.

Geldard, Kathryn. (2012). Konseling Remaja: Intervensi Praktis Bagi Remaja Berisiko. Yogyakarta: Pusatak Pelajar.

Hanifah, Nurul, (2018). Hubungan Peran Teman Sebaya dengan Perilaku Bully pada Siswa Kelas VIII di SMP Muhammadiyah 1 Bambanglipuro Bantul Yogyakarta (Skripsi), Universitas Aisyiyah, Yogyakarta.

Hoffman, L. L., Hutchinson, C. J. & Reiss, E. (2009). On improving school climate: Reducing reliance on rewards and punishment. Internasional Journal of Whole Schooling, 5(1). Savannah: Armstrong Atlantic State University.

Hurlock, E. B. (2012). Psikologi Perkembangan, Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan (terjemahan). Jakarta: Erlangga.

Indra dan Zul . 2015. Indonesia Ranking Kedua Bullying Sedunia. Tribun Pekanbaru Online, Edisi Selasa, 28 April 2015 16:02 Diakses dari: http://pekanbaru. tribun news.com/2015/04/28/indonesia-ranking-keduabullying-sedunian [6 April 2016, Pukul: 20.18 WITA].

Lestari, Dwi. (2016). Menurunkan Perilaku Bullying Verbal Melalui Pendekatan Konseling Singkat Berfokus Solusi. Jurnal Pendidikan Penabur. Vol. No. 21.23-24

Liu, J., & Graves, N. (2011). Childhood bullying: A review of constructs, concepts and nursing implications. Public Health Nursing, Vol 28 No.(6),hal 556-568.

Monrad, D. M., May, R.J., DiStefano, C., Smith, J., Gay, J., Mindrila, D., Gareau, S., & Rawls, A. (2008). Parent, Student, and Teacher Perception of School Climate: Investigations Across Organizational Level. Diakses pada 2 Maret http://www.ed.sc.edu/sceps/Documents/EOC%20Climate/Parent,%20Student,%20and%20Teacher%20Perceptions%20of%20School%20Climate.pdf.

Olweus, D (2005). Bullying at school: What we know and what we can do. Cambridge, MA:Blackwell.

Panayiotis, P., Anna, P., Charalambos, T., & Chrysostomos, L. (2010). Prelvalence bullying among cyprus elementary and high school student. International Journal of Violence and school, 11, 114-128.

Putri, H. N., Nauli, F. A., & Novayelinda, R. (2015). Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Bullying Pada Remaja. Jurnal JOM. 2 (2). 1149-1159.

Susanti, R., Ifroh, R. H., & Wulandari, I. (2018). Mapping School bullying pada Anak di Kota Samarinda dengan Epi Map. Jurnal Unair. 1(2). 89-97.

Ramadhanti, Vita, (2017). Hubungan Peran Kelompok Teman Sebaya pada Perilaku Bullying pada Remaja di SMP Muhammadiyah 2 Gamping Sleman Yogyakarta (Skripsi), Universitas Aisyiyah, Yogyakarta.

Republika Online (2014). Aduan Bullying tertinggi. Diakses pada tanggal 22 Desember 2014 http://www.republika.co.id/berita/koran/halaman-1/14/10/15/ndh4sp-aduan- bullying-tertinggi.

Saifullah. F. (2016). Hubungan Antara Konsep Diri dengan Bullying pada Siwa-siswi SMP (SMP Negeri 16 Samarinda), Jurnal Psikologi : 204.

Silva, P. B, Mendonca, D., Nunes, B. & Abadio de Oliviera, W. (2013). The Involvement of Girls and Boys with Bullying: An Analysis of Gender Differences. Int. J. Environ. Res. Public Health, 10, 6820-683. www.mdpi.com/journal/ijerph. Diakses pada tanggal 5 Juni 2018.

Simbolon, M. (2012). Perilaku bullying pada mahasiswa berasrama. Jurnal Psikologi, 39(2),233-243.

Santrock, J. W. 2011. Remaja. Edisi ke 11. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Suyanto, T. 2010. Strategi Guru dalam Mengatasi Perilaku Bullying di SMP Negeri 1 Mojokerto. Kajian Moral dan Kewarganegaraan Vol. 1 No. 4:62-76.

Tumon, M.B.A. (2014). Studi Deskriptif Perilaku Bullying pada Remaja. Calyptra : Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 3(1),1-17.

Usman, I. 2013. Perilaku Bullying Ditinjau dari Peran Kelompok Teman Sebaya dan Iklim Sekolah Pada Siswa SMA di Kota Gorontalo. Gorontalo: Universitas Negeri Gorontalo.

Wiyani, N.A. (2012). Save Our Children From School Bullying. Yoyakarta : ArRuz Media.

Wolke, D dkk. (2015). Bullying in the family : Sibling Bullying, Lancet Psyhiatry, 366 (15), 1-13.