Main Article Content

Rupianta br Karo
Stefanus Andang Ides
Wilhelmus Hary Susilo

Abstract

ABSTRAK


 


Indonesia merupakan salah satu Negara yang terdampak pandemi Covid-19,  penyebaran virus yang cepat mengharuskan pemerintah membuat kebijakan PSBB, yang dampaknya sangat mempengaruhi seluruh tatanan kehidupan, baik secara fisik maupun psikologis. Upaya membatasi mobilitas penduduk, pengurangan jam operasional kerja, mengakibatkan kegiatan bisnis menurun, akibatnya terjadi pemutusan hubungan kerja. Hal ini menimbulkan rasa cemas dan khawatir keluarga akan ketidakpastian hidup yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan tingkat pengetahuan,tingkat pendidikan dan tingkat sosial ekonomi keluarga dengan tingkat kecemasan keluarga dalam menjalankan PSBB di komunitas gereja GBKP Cikarang. Metode penelitian dengan analitik observasional dengan pendekatan cross secsional terhadap 53 keluarga di komunitas Gereja GBKP Cikarang. Instrumen penilaian kecemasan menggunakan Zung Self- rating Anxiety Scale dan  kuisioner pengetahuan tentang PSBB, yang teruji validitas dan reliabilitas. Analisa data menggunakan uji kendall tau c untuk mengetahui korelasi  tingkat pengetahuan,tingkat pendidikan, tingkat sosial ekonomi dengan kecemasan. Hasil uji staistik kendall tau c didapatkan hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan nilai p 0,018<0,05, tingkat pendidikan dengan nilai p 0,00<0,05 dan tingkat sosial ekonomi dengan nilai p 0,00<0,05. Disimpulkan ada hubungan tingkat pengetahuan, tingkat pendidikan, tingkat sosial ekonomi dengan tingkat kecemasan keluarga dalam menjalankan PSBB.


Kata Kunci: PSBB, Tingkat Pengetahuan, Tingkat Pendidikan, Tingkat Sosial Ekonomi ,Tingkat Kecemasan


 


 


 


 


 


 


 

Article Details

How to Cite
br Karo, R., Ides, S. A., & Susilo, W. H. (2022). Hubungan Tingkat Pengetahuan,Tingkat Pendidikan Dan Tingkat Sosial Ekonomi Keluarga Dengan Tingkat Kecemasan Keluarga Dalam Menjalankan PSBB Di Komunitas Gereja GBKP Cikarang Tahun 2020. Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD), 4(1), 39-44. https://doi.org/10.52841/jkd.v4i1.226