https://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jkd/issue/feed Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) 2026-03-02T02:36:14+00:00 Maria Floriana Ping lppm.stikesdirgahayu@gmail.com Open Journal Systems <p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD)</strong> published by Unit Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (UPPM) STIKES Dirgahayu Samarinda, which is <strong><span style="text-decoration: underline;"><em>published twice a year in March and October</em></span></strong> that contains scientific articles related to nursing research that covers particular issues on education and practice.</p> <p style="text-align: justify;"><strong><a href="https://issn.lipi.go.id/terbit/detail/1551662513" target="_blank" rel="noopener">ISSN 2685-3086 (online media)</a></strong></p> <p style="text-align: justify;"><a href="https://scholar.google.co.id/citations?user=hKCdSXcAAAAJ&amp;hl=en" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/admin/gs1.png"> </a><a href="https://search.crossref.org/?q=2685-3086&amp;from_ui=yes" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/admin/crossreff_member2.png"> </a><a href="https://garuda.ristekbrin.go.id/journal/view/17113" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/admin/garuda12.png"></a> <a href="https://sinta.kemdikbud.go.id/journals/detail?id=8492" target="_blank" rel="noopener"><img src="/public/site/images/admin/sinta_kotak.png"></a></p> https://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jkd/article/view/775 PENGARUH TERAPI DZIKIR ASMAUL HUSNA TERHADAP TINGKAT KECEMASAN ANAK USIA SEKOLAH YANG MENJALANI HOSPITALISASI 2026-03-02T02:04:58+00:00 Aji M. Ansyar ajiansar20@gmail.com <p>Hospitalization is an experience that may cause anxiety in school-age children due to environmental changes, activity restrictions, and medical procedures. Anxiety that is not properly managed can negatively affect children’s psychological well-being and delay the recovery process. One non-pharmacological intervention that can be applied in pediatric nursing care is a spiritual approach, such as Asmaul Husna dhikr therapy. This study aimed to examine the effect of Asmaul Husna dhikr therapy on anxiety levels in school-age children undergoing hospitalization. This study employed a quantitative pre-experimental design with a one-group pretest–posttest approach. The sample consisted of 16 school-age children aged 7–12 years selected using purposive sampling. Anxiety levels were measured using the Chinese Version of the State Anxiety Scale for Children (CSAS-C). The intervention was administered by playing an audio recording of Asmaul Husna dhikr for 10–15 minutes. Data were analyzed using the Paired t-test. The results showed a significant decrease in anxiety levels after the intervention, with statistical analysis indicating a p-value &lt; 0.05. These findings suggest that Asmaul Husna dhikr therapy has a significant effect on reducing anxiety levels in school-age children during hospitalization. Therefore, this therapy can be recommended as a complementary non-pharmacological nursing intervention to support holistic pediatric nursing care.</p> 2026-03-02T02:04:58+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) https://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jkd/article/view/777 PENGARUH TERAPI GAME ONLINE PUZZLE BERBASIS ISLAMI TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA ANAK USIA SEKOLAH DI RSUD INCHE ABDOEL MOEIS SAMARINDA 2026-03-02T02:07:57+00:00 alia wardani 2211102411065@umkt.ac.id Ni Wayan Wiwin Asthiningsih nww131@umkt.ac.id Fatma Zulaikha fz658@umkt.ac.id <p>Hospitalisasi dapat menyebabkan kecemasan pada anak usia sekolah akibat lingkungan yang tidak familiar dan prosedur medis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terapi game online<em> puzzle </em>berbasis Islami terhadap tingkat kecemasan pada anak usia sekolah di RSUD Inche Abdoel Moeis Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental <em>one group pretest–posttest</em> dengan sampel sebanyak 16 anak usia 7-12 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat kecemasan diukur menggunakan kuesioner <em>the short from</em> <em>Chinese Version of the State Anxiety Scale for Children</em> (CSAS-C) dan dianalisis menggunakan uji Paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata tingkat kecemasan menurun dari 37.13 sebelum intervensi menjadi 26.00 setelah intervensi, dengan nilai p = 0.001 (&lt;0.05), yang menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan secara bermakna setelah pemberian intervensi.</p> <p><strong>Kata Kunci</strong> : Anak usia sekolah, Hospitalisasi, Kecemasan, Terapi game online <em>puzzle</em></p> 2026-03-02T02:07:57+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) https://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jkd/article/view/793 HUBUNGAN ANTARA PERAWATAN DIRI DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PASIEN PASCA STROKE DI PUSKESMAS MANGKURAWANG 2026-03-02T02:10:57+00:00 ananta Pratama anantapratama03@gmail.com <p><strong>ABSTRAK</strong></p> <p>Stroke merupakan masalah kesehatan yang sering menimbulkan kecacatan jangka panjang dan berdampak besar terhadap kemampuan pasien dalam merawat diri serta menjalani kehidupan sehari-hari. Kondisi pasca stroke kerap disertai keterbatasan fisik, psikologis, dan sosial yang menyebabkan ketergantungan pada orang lain, sehingga kualitas hidup pasien cenderung menurun. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam mempertahankan kualitas hidup pasien pasca stroke adalah kemampuan perawatan diri. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara perawatan diri dan kualitas hidup pada pasien pasca stroke di Puskesmas Mangkurawang. Penelitian dilakukan menggunakan metode kuantitatif dengan desain potong lintang. Seluruh pasien pasca stroke yang tercatat di Puskesmas Mangkurawang sebanyak 45 orang dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner perawatan diri dan kuesioner kualitas hidup khusus pasien stroke, kemudian dianalisis secara deskriptif dan analitik menggunakan uji korelasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori perawatan diri cukup sebanyak 25 orang, sementara kualitas hidup responden didominasi kategori kurang sebanyak 30 orang. Hasil analisis hubungan menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara perawatan diri dan kualitas hidup dengan nilai kemaknaan 0,000 serta kekuatan hubungan sedang dan arah positif. Temuan ini menunjukkan bahwa peningkatan kemampuan perawatan diri berkontribusi terhadap perbaikan kualitas hidup pasien pasca stroke. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perawatan diri memiliki peran penting dalam kualitas hidup pasien pasca stroke dan merekomendasikan penguatan edukasi serta rehabilitasi yang berfokus pada peningkatan kemandirian pasien di layanan kesehatan tingkat pertama.</p> <p>&nbsp;</p> <p><strong>Kata kunci:</strong> kualitas hidup, pasien pasca stroke, perawatan diri, puskesmas</p> 2026-03-02T02:10:57+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) https://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jkd/article/view/789 ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN JIWA DENGAN INOVASI TERAPI MENGAMBAR TERHADAP PERUBAHAN TANDA DAN GEJALA HARGA DIRI RENDAH KRONIS 2026-03-02T02:14:06+00:00 Indri Amalia Hendiningtyas indriamalia71@gmail.com <p>Harga diri rendah kronik merupakan masalah kejiwaan yang sering menyertai pasien skizofrenia, ditandai dengan perasaan tidak berharga, kurang percaya diri, menarik diri dari interaksi sosial, serta penilaian negatif terhadap diri sendiri. Penanganan harga diri rendah tidak hanya melalui terapi farmakologis, tetapi juga intervensi nonfarmakologis, salah satunya adalah terapi seni, seperti terapi menggambar, yang bertujuan meningkatkan persepsi diri, mengekspresikan emosi, dan memperkuat self-esteem pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi terapi inovatif berupa terapi menggambar terhadap perubahan tanda dan gejala harga diri rendah kronis. Setelah dilakukan intervensi inovasi terapi menggambar selama 6 hari berturut-turut di dapatkan Skor RSES Ny. R meningkat secara konsisten dari 15 (harga diri rendah) pada pre-test pertama menjadi 30 (harga diri tinggi) pada post-test akhir. Secara subjektif, pasien mulai menunjukkan penerimaan diri, mengakui kualitas positif diri, dan merasa lebih percaya diri. Secara objektif, pasien tampak lebih kooperatif, aktif berinteraksi, meningkatkan kontak mata, serta mengekspresikan pendapat secara positif. Peningkatan ini menunjukkan perubahan signifikan pada tanda dan gejala harga diri rendah kronik setelah intervensi. Terapi menggambar terbukti efektif sebagai intervensi keperawatan jiwa untuk meningkatkan harga diri pada pasien dengan harga diri rendah kronik. Intervensi ini dapat dijadikan pendekatan holistik berbasis ekspresi kreatif dalam praktik keperawatan jiwa, mendukung perbaikan persepsi diri, kepercayaan diri, dan kemampuan adaptasi sosial pasien.</p> 2026-03-02T02:14:06+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) https://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jkd/article/view/802 HUBUNGAN ANTARA POLA MAKAN DAN POLA TIDUR DENGAN PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEMPAKE SAMARINDA 2026-03-02T02:20:59+00:00 rhefita fita rhefitayuniar151@gmail.com <p>Hipertensi pada lansia merupakan masalah kesehatan yang masih banyak ditemukan dan berisiko menimbulkan komplikasi serius apabila tidak dikendalikan dengan baik. Pengendalian tekanan darah pada lansia sangat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, terutama pola makan dan pola tidur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola makan dan pola tidur dengan pengendalian tekanan darah pada lansia hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Lempake Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang. Sampel penelitian berjumlah 104 lansia hipertensi yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui pengukuran tekanan darah menggunakan alat ukur standar serta pengisian kuesioner pola makan dan pola tidur. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat menggunakan uji chi kuadrat, dan multivariat dengan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tekanan darah tidak terkendali. Pola makan dan pola tidur terbukti memiliki hubungan yang signifikan dengan pengendalian tekanan darah pada lansia hipertensi. Lansia dengan pola makan dan pola tidur yang kurang baik memiliki risiko lebih tinggi mengalami tekanan darah tidak terkendali. Hasil analisis multivariat menunjukkan bahwa pola tidur merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi pengendalian tekanan darah. Temuan ini menunjukkan bahwa pengendalian hipertensi pada lansia tidak hanya bergantung pada pengobatan, tetapi juga pada perbaikan gaya hidup. Disimpulkan bahwa pola makan dan pola tidur berperan penting dalam pengendalian tekanan darah pada lansia hipertensi. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi kesehatan yang berfokus pada perbaikan pola makan dan kualitas tidur lansia sebagai upaya pengendalian hipertensi di pelayanan kesehatan dasar.</p> <p>&nbsp;</p> 2026-03-02T02:20:59+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) https://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jkd/article/view/795 HUBUNGAN ANTARA LINGKUNGAN SOSIAL SEBAYA DENGAN KONDISI MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK DI SMP 2026-03-02T02:24:52+00:00 Gayla Fredella gaylafredella@gmail.com Muhammad Purnomo muh.purnomo@umkudus.ac.id Sri Karyati srikaryati@umkudus.ac.id <p>Kondisi mental emosional anak menjadi sangat penting untuk diperhatikan karena pada masa ini anak mulai belajar bersosialisasi dan beradaptasi dengan lingkungan. Salah satu lingkungan yang mempengaruhi adalah lingkungan sosial sebaya. Namun, lingkungan sebaya seorang anak ternyata tidak selalu positif sehingga mempengaruhi kondisi psikologis mereka. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara lingkungan sosial sebaya dengan kondisi mental emosional pada anak. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan korelasional menggunakan rancangan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 57 responden dari jenjang kelas VIII yang dipilih dengan teknik total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner lingkungan sosial sebaya dan kuesioner kondisi mental emosional yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan program SPSS versi 27. Berdasarkan hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara lingkungan sosial sebaya dengan kondisi mental emosional anak (p = 0,001; r = -0,422), dengan arah korelasi negatif dan kekuatan hubungan sedang. Kesimpulan ini menunjukkan bahwa semakin baik lingkungan sosial sebaya yang dimiliki anak, maka semakin baik pula kondisi mental emosionalnya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi dalam menjaga kesehatan mental dan emosional anak, khususnya di lingkungan sosial sebaya.</p> 2026-03-02T02:24:52+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) https://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jkd/article/view/801 Hubungan Penggunaan Gadget Terhadap Manajemen Stres Remaja Pada Siswa SMP Muhammadiyah 6 Samarinda 2026-03-02T02:34:32+00:00 Nadila Nadila 2211102411035@umkt.ac.id Nur Fithriyanti Imamah nfi573@umkt.ac.id Rusni Masnina rm180@umkt.ac.id <p>Pada era abad ke-21, perkembangan teknologi yang paling terlihat adalah bidang komunikasi dan informasi. Kemajuan ini memberikan pengaruh yang baik terhadap kehidupan manusia, terutama dalam hal efektivitas penyampaian dan penerimaan informasi. Perkembangan teknologi informasi menyebabkan penggunaan <em>gadget</em> semakin meningkat pada remaja dan berpotensi memengaruhi kemampuan mereka dalam mengelola stres. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penggunaan <em>gadget</em> terhadap manajemen stres remaja pada siswa SMP Muhammadiyah 6 Samarinda. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan <em>cross sectional </em>pada 192 siswa yang dipilih melalui teknik <em>stratified random sampling</em>. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner penggunaan <em>gadget</em> dan kuesioner manajemen stres, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square. Berdasarkan karakteristik responden, diketahui bahwa dari 192 siswa, mayoritas responden berjenis kelamin laki-laki lebih dari 50 %, berusia 13 tahun sebanyak (32,8%), dan berasal dari kelas VII sebanyak (39,6%). Seluruh responden menggunakan <em>gadget</em>, dengan jenis <em>gadget</em> yang paling banyak digunakan adalah handphone (93,8%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki penggunaan <em>gadget</em> kategori negatif sebanyak 129 siswa (67,2%), sedangkan manajemen stres mayoritas berada pada kategori cukup sebanyak 64 siswa (33,3%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p-value = 0,001 (p &lt; 0,05) yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara penggunaan <em>gadget</em> dengan manajemen stres remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan <em>gadget</em> yang tidak terkontrol berhubungan dengan rendahnya kemampuan manajemen stres pada remaja.</p> 2026-03-02T00:00:00+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD) https://jkd.stikesdirgahayusamarinda.ac.id/index.php/jkd/article/view/790 ANALISIS PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN JIWA PADA BAPAK S DENGAN INOVASI EXPRESSIVE WRITING THERAPY TERHADAP PENURUNAN TANDA DAN GEJALA GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI 2026-03-02T02:36:14+00:00 Risma Apriliani aprilianirisma01@gmail.com <p>Gangguan persepsi sensori berupa halusinasi merupakan masalah keperawatan jiwa yang sering ditemukan pada pasien dengan gangguan jiwa berat dan dapat memengaruhi perilaku serta fungsi sosial pasien. Studi ini bertujuan untuk menganalisis praktik klinik keperawatan jiwa pada Bapak S dengan penerapan inovasi <em>Expressive Writing Therapy</em> terhadap penurunan tanda dan gejala halusinasi di Ruang Elang RSJD Atma Husada Samarinda. Metodologi yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan jiwa yang meliputi pengkajian, penetapan diagnosis keperawatan, perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Intervensi <em>Expressive Writing Therapy</em> diberikan secara terstruktur sebagai terapi nonfarmakologis. Hasil studi menunjukkan adanya penurunan tanda dan gejala halusinasi serta peningkatan kemampuan klien dalam mengenali, mengontrol, dan mengelola respons terhadap halusinasi. Berdasarkan hasil tersebut, disarankan agar <em>Expressive Writing Therapy</em> dapat dijadikan sebagai terapi pendukung dalam asuhan keperawatan jiwa pada pasien dengan gangguan persepsi sensori halusinasi serta dikembangkan dalam praktik keperawatan di rumah sakit jiwa.</p> 2026-03-02T02:36:14+00:00 Copyright (c) 2026 Jurnal Keperawatan Dirgahayu (JKD)