EVALUASI PERESEPAN OBAT BERDASARKAN INDIKATOR PERESEPAN WHO DI APOTEK X SAMARINDA

Main Article Content

susana linden

Abstract

Kesalahan peresepan merupakan salah satu faktor penyebab dalam kesalahan pengobatan yang pada akhirnya dapat mengakibatkan pengobatan menjadi tidak efektif dan bahkan, tidak aman. Untuk mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat, WHO melalui International Network for Rational Use of Drug telah mengembangkan indikator peresepan meliputi jumlah rata-rata obat yang diresepkan per pasien; persentase peresepan obat generik; persentase peresepan obat antibiotik; persentase peresepan sediaan injeksi dan persentase peresepan dari daftar obat esensial atau formularium. Pengkajian peresepan sangat diperlukan sebagai bahan acuan dalam membentuk standar terapi obat yang rasional dan bermutu tinggi. Penelitian ini disusun untuk mengkaji peresepan obat berdasarkan indikator peresepan yang telah ditetapkan oleh WHO (1993) dalam mengevaluasi penggunaan obat rasional dan prescribing error di Apotek X, Samarinda, periode Oktober 2019 - Oktober 2020. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental, bersifat observasional yang dilakukan dengan menggunakan penyajian data yang dirancang secara deskriptif kuantitatif, dimana data dikumpulkan secara retrospektif dari dokumen resep yang diterima apotek X pada periode Oktober 2019 - Oktober 2020. Hasil kajian penilaian indikator peresepan berdasarkan WHO di apotek X Samarinda menunjukkan rerata jumlah obat per lembar resep 1,44; persentase peresepan obat generik 29.05%; persentase peresepan antibiotik 21,40%; persentase peresepan injeksi 0%; dan persentase peresepan obat DOEN (2019) 100%. Permasalahan administratif yang banyak ditemui dalam resep adalah kurang lengkapnya informasi mengenai detail pasien dan detail penulis resep, sedangkan permasalahan bersifat farmasetis adalah tidak dicantumkannya satuan dosis. Pembentukan pola pikir yang sistematis dalam melakukan peresepan obat yang baik diperlukan untuk mempermudah tenaga medis meminimalisir penggunaan obat irasional dan meningkatkan kepuasan konsumen.

Article Details

Section
Articles

References

Pharmaceutical Society of Australia. Australian Medicines Handbook. Adelaide. 2021:P.249.

Pratiwi Y. dan Swantari A. Perbandingan Penggunaan Obat Antibiotik (amoxillin, Cefadroxil dan Ciprofloxacin) di Puskesmas X Kabupaten Kudus. Cendikia Journal of Pharmacy. STIKES Cendekia Utama Kudus. November 2017: 1(1):18-24

Wijayanti, A., Wijayanti E. Evaluasi Peresepan Antibiotik pada Pasien Dewasa di Puskesmas Banguntapan 1 Bantul Yogyakarta Tahun 2014. CERATA Journal of Pharmacy Science. 2016: 18-33. [diunduh 23 Juli 2021] Tersedia dari http://jurnal.stikesmukla.ac.id/index.php/cerata/article/viewFile/119/118

World Health Organization. Progress in the Rational Use of medicines. World Health Organization. 2007.

Kelly, Deirdre. Disease of the Liver and Biliary System in Children (ed.3). Chichester, United Kingdom: Wiley-Blackwell. 2008: P.217.