Tingkat Pengetahuan, Sikap dan Keterampilan Penggunaan Obat Tradisional pada Masyarakat Desa Pentat Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat
Main Article Content
Abstract
Penggunaan obat tradisional dalam upaya pengobatan masyarakat telah dibuktikan keamanan dan khasiatnya secara ilmiah dan dapat dibeli bebas di apotik, toko obat atau didapatkan langsung dari lingkungan sekitar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik penggunaan obat tradisional, tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan penggunaan obat tradisional pada masyarakat Desa Pentat Kecamatan Jempang Kabupaten Kutai Barat. Desain penelitian ini adalah deskriptif non eksperimental. Penelitian ini mengikutsertakan 100 responden. Pengukuran tingkat pengetahuan, sikap dan keterampilan diukur dengan menggunakan kuesioner dan di analisis data dilakukan secara deskriptif dan inferensial. Hasil tentang penggunaan obat tradisional yaitu Rata-rata tingkat pengetahuan masyarakat termasuk dalam kategori baik (6,635), rata-rata sikap masyarakat termasuk dalam kategori sangat baik (3,86) dan keterampilan masyarakat yaitu sebagian responden sering mengalami penyakit batuk / flu (54%), obat yang sering digunakan untuk mengatasinya adalah OB Herbal (41%), obat yang digunakan dalam bentuk cairan (71%), dengan frekuensi penggunaan adalah 2-3x dalam seminggu (50%), dan cara mendapatkan obat tersebut adalah membeli di warung kelontong (72%).
Article Details
References
Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI). 2019. Kepala Badan Pengawas Obat Dan Makanan Republik Indonesia Nomor 32 tentang Persyaratan Keamanan dan Mutu Obat Tradisional. Jakarta: Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia.
Bili, A.A. 2021. Penggunaan Obat Tradisional Oleh Masyarakat di Dusun Rommulara Weepatando Sumba Barat Daya Nusa Tenggara Timur. Skripsi. Fakultas Farmasi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Hal. 14-16.
Joru, E. L. M. R. 2019. Hubungan Pengetahuan Dan Sikap Terhadap Pola Penggunaan Obat Tradisional Untuk pengobatan Mandiri Di Kalangan Mahasiswa Kampus III Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. Skripsi. Fakultas Farmasi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Hal. 35-40.
Katno dan Pramono, S. 2008. Tingkat Manfaat dan Keamanan Tanaman Obat Tradisional, Yogyakarta: Fakultas Farmasi Universitas Gajah Mada.
Maja, P. K. 2021. Profil Penggunaan Obat Tradisional Pada Masyarakat Desa Wae Ia Kecamatan Golewa Kabupaten Ngada Provinsi Nusa Tenggara Timur. Skripsi. Fakultas Farmasi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Hal. 31-32.
Pramono, S. 2002. Kontribusi Bahan Obat Alam Dalam Mengatasi Krisis Bahan Obat Di Indonesia. Jurnal Bahan Alam Indonesia. 1(1). Hal. 18-20.
Rosari, F.P. 2022. Studi Pemahaman dan Gambaran Penggunaan Obat Tradisional Sebagai Pencegah Dampak Paparan COVID-19 Pada Masyarakat Desa Argomulyo Kabupaten Sleman. Skripsi. Fakultas Farmasi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Hal. 40.
Sugiyono. 2013. Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung. Alfabeta
Sugiyono. 2018. Metodologi penelitian pendidikan. Alfabeta, Bandung. Hal. 189.
Veronika. 2016. Pola dan Motivasi Penggunaan Obat Tradisional Untuk Pengobatan Mandiri di Kalangan Masyarakat Desa Dieng Kecamatan Kejajar Kabupaten Wonosono Jawa Tengah. Skripsi. Fakultas Farmasi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma. Hal. 32-36.
WHO. 1998. The role of the pharmacist in self-care medication. World Health Organisation. Geneva. Hal. 2