TINGKAT PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DI PUSKESMAS BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT TAHUN 2021
Main Article Content
Abstract
Penyakit infeksi merupakan suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri yang menjadi salah satu penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian, terutama di negara - negara berkembang termasuk Indonesia. Bakteri yang resisten terhadap antibiotika tersebut terjadi akibat penggunaan antibiotika yang tidak bijak baik dalam lingkungan masyarakat maupun di fasilitas pelayanan kesehatan dalam memberi peresepan obat. Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui tingkat penggunaan antibiotik pada pasien rawat jalan di Puskesmas Barong Tongkok tahun 2021. Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian deskriptif retrospektif dengan membuat gambaran atau deskripsi tentang suatu keadaan secara objektif. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi. Tempat penelitian di Puskesmas Barong Tongkok. Hasil penelitian yang diperoleh 992 resep yang terdapat antibiotik. Hasil ini menunjukan banyak penggunaan antibiotik dari bulan Agustus-Desember adalah 36,91%, antibiotika yang paling besar presentasenya yaitu pada bulan Agustus yaitu 43,33%, dan persentase paling kecil pada bulan Desember yaitu 30,82%, dan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Amoksisilin sebanyak 86,29% dan antibiotik yang paling sedikit digunakan adalah Kotrimoksazol sebanyak 0,60%. dan untuk lama pemberian obat antibiotik yang umum diresepkan adalah 3 hari untuk obat Amoksisilin dan Kotrimoksazol dan untuk pemberian 5 hari adalah obat Kloramfenikol dan Siprofloksasin.
Kata kunci : Antibiotik, Dosis Antibiotik, Jangka Waktu Penggunaan.
Article Details
References
[2].Dapartemen Kesehatan. 2011. Pedoman Pelayanan Kefarmasian Untuk Terapi Antibiotik. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia.
[3].Departemen Kesehatan. 2016. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Pedoman Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Halaman 19-22.
[4].Departemen Kesehatan RI. 2006. Pedoman Penyelenggaraan dan Prosedur Rekam Medis Puskesmas di Indonesia. Jakarta
[5].Fakultas Kedokteran UI. 1995. Farmakologi dan Terapi.Edisi, 4 Jakarta Gaya baru
[6].Ferri, M., Ranucci, E., & Romagnoli, P. 2017. Antimicrobial Resistance: A Global Emerging Threat To Public Health Systems. Critical Reviews in Food Science and Nutrition, 57(13), 2857–2876.
[7].Hadi, U., Duerink, D. O., Lestari, E. S., Nagelkerke, N. J., Werter, S., Keuter, M., Suwandojo, E., Rahardjo, E., van den Broek, P., & Gyssens, I. C. 2008. Survey of antibiotic use of individuals visiting public healthcare facilities in Indonesia. International Journal of Infectious Diseases, 12(6), 622–629.
[8].Indri Pratiwi. 2018. Rasionalitas penggunaan Antibiotika Ciprofloxacin. DOI: https://doi.org/10.32539/BJI.V4I2.7959
[9].Kartika Citra Dewi Permata Sari. 2011. Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Ditinjau Dari Idikator Peresepan Menurut (WHO) Diseluruh Puskesmas Kecematan Kota Depok Pada Tahun 2011. Kota Depok.
[10].Ken Ayu Mastinin. 2017. Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/RS dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta Indonesia
[11].Laurensia. 2018. Pola Penggunaan Antibiotik Pada Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Welamosa Kecamatan Wewaria tahun 2018. Kabupaten Ende
[12].Natoatmodjo. S. 2005. Metodologi Penelitian Kesehatan. Edisi Revisi Jakarta : Rineka Cipta
[13].Pusporini, R. 2019. Antibiotik Kedokteran Gigi: Pedoman Praktis Bagi Dokter Gigi. UB Press. Malang.
[14].Sarwono, J.2006. Metode Penelitian Kuantitatif dan kualitatif. Graha Ilmu. Yogyakarta.
[15].Sukandar, .2008. ISO Farmakoterapi. Jakarta. PT. ISFI Penerbitan. Halaman 88-96,103,105-107,112-115,126-127,132-133,161-162.
[16].Sutrisna EM. 2012. Penggunaaan antibiotika secara rasional Purwodadi. Halaman 3,4
[17].Syamsuni. 2005. Farmasetika Dasar dan Hitungan Farmasi. Jakarta. Hal 33.
[18].Tjai, Tan Hoan dan Kirana Rahadja. 2013. Obat - obat penting, khasiat penggunaan dan efek sampingnya PT Elex Media Jakarta.
[19].World Health Organization. 2005. Antimicrobial Resistancce. Diakses pada tanggal 3 Febuari 20
[20].Yunarti Dorham. 2009. Hubungan Jenis Kelamin dan Usia Anak Satu Tahun Sampai Lima Tahun Dengan Kejadian Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA).
Yuanita, T. 2019. Flare-Up: Endodontic. Airlangga University Press. Surabaya.